Baiklah, entah apa maksudnya,
tiba-tiba saja aku ingin menulis ini.
Untuk beberapa saat aku tidak
begitu peduli dengan ini semua. beberapa hari kita tidak mencoba untuk saling
mengerti dan bagiku itu bukan apa-apa. Tapi tiba-tiba saja, hari ke empat di
bulan februari ini mengetuk egoku dan
menghancurkan semua dinding benci yang dengan susah payah aku pertahankan. Satu
hal yang benar-benar menyentakkan hatiku, aku merindukanmu. Sangat-sangat merindukanmu.
Semuanya datang kembali, aroma kebersamaan
‘kita’ merasuk lembut ke dalam fikiranku. Ketika kita jengkel, kita marah,
kita bersedih, kita cemburu, kita
bahagia, semua kenangan itu seolah meninju tepat didadaku dan membuatku sadar
bahwa kau memang penting adanya bagiku. Walaupun segala hal disekelilingku
menentangmu. Menentang adanya KITA. Ahh. Aku tak peduli itu. Toh mereka tak
tahu tentangmu.
Hey…
Ingatkah kau? Ketika aku selalu
marah karena sikap acuhmu , kau selalu membuatku tertawa dengan segala lelucon
yang entah berapa banyak tersimpan di otakmu? .
Ingatkah kau? Ketika kau dengan
ikhlasnya menerima hukuman “kau harus mencintaiku selamanya” dariku?
Ingatkah kau? Ketika kau selalu
dengan PD-nya mengadu kepada Tuhan “Ya Allah, kenapa kau menciptakan hamba
dibumi untuk menjadi rebutan?”
Ingatkah kau? Ketika aku berada
dalam mood yang buruk, kau selalu berbisik “I love you” hingga aku tersenyum
lagi untukmu?
Ingatkah kau? Ketika kita selalu tertawa
bersama untuk beberapa lelucon yang tidak lucu sama sekali?
Ingatkah kau? Bahwa aku selalu
mencintaimu? .
Ahh.. mengingatmu membuat rinduku
meradang lagi. Buang saja egomu dan sapalah aku.
Aku akan bercerita padamu tentang
segala keluh kesahku dan rinduku padamu.







0 komentar:
Posting Komentar